Get Gifs at CodemySpace.com

8 Oktober 2009

rasa syukur

Seringkali pertanyaan itu terlontar, mencari bentuk sesungguhnya dari kata Syukur
Apa arti syukur ?, bagaimana mensyukuri ?, seperti apa interpretasi dari syukur ?
Hari ini saat bangun tidur, saat nafas terhirup seorang teman mengatakan bersyukurlah kau masih diberi hidup
Kemarin saat kaki melangkah, seorang cacat menegur kakiku dengan keluhannya, bersyukurlah kau memiliki kaki yang lengkap
Tiga hari yang lalu ketika lolos dari kecelakaan semua orang merubungiku dan mengucapkan syukur, “untung kau selamatâ
Dua bulan kemarin, ketika anakku lahir, suamiku tak henti-henti berucap alhamdulillah, bersyukur ?

Setahun lalu saat aku menikah handai taulan merestui seraya menceritakan wanita-wanita lain yang belum mendapat jodoh di usia yang semakin matang. Bersyukur ?
Ayah bahkan merayakan kelulusanku dengan mengadakan syukuran
Tapi, aku tak mengerti apa itu syukur
Saat kisah malaikat kesepian terima kasih diceritakan aku semakin tak mengerti ….
Entahlah, bagiku saat Tuhan memberiku nafas, Tuhan memintaku bertanggung jawab menjalankan hari
Ketika Tuhan membiarkan kaki dan fisikku sempurna, aku merasa Tuhan memintaku menggunakannya dengan responsibilitas tinggi yang kadang aku sulit mewujudkannya
Dan saat Tuhan memberiku seorang Anak, aku terlalu rinci memikirkan biaya hidup, dan pekerjaan yang mesti kutempuh demi masa depan anakku
Waktu seorang pria memintaku menjadi pendampingnya, aku merelakan kebebasanku demi tanggung jawab atas nama keshalihan
Demi wisuda, aku merinding memikirkan amanah keilmuan yang selama ini kupelajari
Ah, Tuhan … semakin banyak kau beri aku kenikmatan, semakin besar tanggung jawab yang mesti kupenuhi
Semakin banyak pula keluhanâ ku
kenikmatan itu tak ubah amanah, kenikmatan itu tak ubah sebuah responsibilitas hidup
Karenanya, terima kasihku seringkali berubah permohonan dan permintaan lain
Ketika terbangun pagi dengan helaan nafas panjang, kuminta Kau mudahkan aku dan lindungi aku dari kekhilafan kata, kesesatan hati dan kegelisahan jiwa
Ketika aku selamat dari kecelakaan aku memohon dalam malam agar berkurang dosaku dengan ampunanmu, karena kematian hanya meninggalkan amalan yang tak pernah mampu kuketahui, “sudah cukupkah amalanku?
Ketika anakku menangis menatap dunia, aku menangis mendengar zaman yang semakin sulit untuk keshalihan anakku, maka aku semakin sering berpuasa dan membangunkan malamku untuk semakin banyak meminta .Mengharap Engkau Tuhan menjaga hidup mereka karena aku takkan pernah bisa selalu mengawasinya
Ketika Ijab kabul terdengar lantang, tangisku semakin sulit terhenti karena wanita shalihah adalah pilihan antara suami dan orang tua, tahukah membangun hubungan antara orang tua, mertua, suami dan keluarga besar ada di pundak seorang wanita … Ah, betapa tidak ringannnya .
Maka, saat wisuda semua orang tertawa, aku merenunginya semalaman suntuk, menelaah ilmu yang kudapati,
Aku takut nuraniku berpaling dari ilmu menjadi harta. Aku takut nafsuku menggeliat meminta penghormatan atas nama gelar. Aku juga takut harga diriku tergadai demi gengsi kehidupan ….
Akhirnya, aku selalu tak sempat berterima kasih. Bagiku Tuhan adalah tempat meminta tanpa henti, bagiku Tuhan adalah tempat aku bersandar, Tuhan adalah segalanya,
aku tak tahu apa aku makhluk penuntut, apa aku makhluk tak berterima kasih
Yang aku tahu, dunia ini tak pernah ramah
Yang aku tahu, terlalu banyak syetan di lingkungan ini
Yang aku tahu, tanggung jawab hidup adalah prioritas ibadah
Aku ingin berterima kasih …, ajarkan aku kawan
Aku tak ingin membiarkan Tuhan merasa sepi rasa terima kasih
Tapi aku tak mengerti apa itu syukur …. Aku tak paham apa implementasi syukur
Aku juga tak mengerti kenapa sulit untuk tidak meminta
Semakin banyak aku merasa diberi semakin banyak itu pula aku meminta
Kumohon ajari aku bersyukur
Ayahku pernah menjawabnya sebelum maut menjemput nafas halusnya
Tugasmu hanyalah bekerja, berjuang dan berbuat, jangan berfikir apa yang akan terjadi, jangan takutkan hasil yang kan kau dapatkan dan jangan sombong dengan usahamu. Bersyukur adalah membiarkan Tuhan menentukan episiklus hidup ini. Seperti ikhlas, senada dengan tawakkal, seiring sejalan dengan Islam,
maka sampai detik ini hamdalah bagiku tidak ungkapan syukur, tetapi pujian
Namun, kemudian aku bertanya kembali, Terlalu banyakkah aku meminta ?
Kapankah aku memiliki kesempatan bersyukur

Read More......